Langsung ke konten utama

Identitas Trigonometri (bagian 2)

Sebagaimana sudah dijelaskan sebelumnya, fungsi trigonometri itu adalah perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku. Nah, kalau bicara segitiga siku-siku tentunya tidak afdhol kalau tidak melibatkan rumus/teorema Pythagoras yang terkenal itu. Kalian pastinya masih ingat ya rumus Pythagoras. Misalkan kita punya segitiga siku-siku seperti berikut.

Maka berdasarkan Teorema Pythagoras, kuadrat sisi miring sama dengan jumlah kuadrat sisi-sisi lainnya. Atau dapat dituliskan sebagai berikut.

(1)a2+b2=c2

Nah, misalkan kita bagi kedua ruas persamaan di atas dengan c2, maka didapat

a2c2+b2c2=c2c2(ac)2+(bc)2=1.

Karena ac=sinθ dan bc=cosθ, maka diperoleh

(sinθ)2+(cosθ)2=1

yang biasanya ditulis

(2)sin2θ+cos2θ=1

Oke, sekarang bagaimana kalau kita bagi persamaan (1) dengan b2? Akan kita peroleh

a2b2+b2b2=c2b2(ab)2+1=(cb)2.

Karena ab=tanθ dan cb=secθ, maka diperoleh

(3)tan2θ+1=sec2θ

Sekarang kita coba bagi persamaan (1) dengan a2, maka akan didapat

a2a2+b2a2=c2a21+(ba)2=(ca)2.

Karena ba=cotθ dan ca=cscθ, maka diperoleh

(4)1+cot2θ=csc2θ

Nah, persamaan (2), (3), dan (4) yang sudah kita peroleh tadi juga merupakan identitas trigonometri. Berikut rangkuman rumusnya.



Komentar